Lah den ukia
Cincin suaso
Raso ka elok
Ikek parmato
Cincin den harok pamenan diri
Mangko tak lapeh disalo jari, di salo jari
Ulah kilek ... Kilaunyo suto
Sulam jo rendo adiak kusuikan
Ulah suaso kurang rononyo
Mangkonyo cincin adiak lengahkan
Adiak lengah kan ...
Den pandang-pandang
Selo jari
Cincin suaso, mano kini?
Santano galau, jantuang jo hati
Hati den rintang, banyanyi-nyanyi
Hati den rintang, banyanyi-nyanyi
It's me and myworld!!! WELCOME ....... Mengisahkan siapapun sebagai aku. Karena dunia ini tidak hanya tentang aku seorang, namun akan lebih mudah memahami dan menuliskannya sebagai aku
Jumat, 21 September 2018
Minggu, 16 September 2018
Sajak
Sajakku tak lagi bersuara
Ia diam, bungkam
Kata-kataku tak lagi bergema
Ia tenggelam,
dalam keheningan
Membiaskan perenungan
Setiap pemikiran
Setiap ingatan
Membeku ditenggorokan
Menyisakan teriakan kekosongan
Sajakku t’lah mati
Dibawah kaki-kaki ironi
Ia menjadi tragedi
Atas standar masa kini
Sajak-sajakku hanya milikku
Membayangkan kau yang tak terjangkau
Hal dan perihal mengacau
Kini itu masa lampau
Bisa kau kenang, jika mau
Sajakku tak hanya milikku
Jika aku mau
Sajak-sajakku adalah aku
Bisa juga kau, dia, atau mereka
Atau bukan apa-apa
Tidak selalu aku
Jumat, 07 September 2018
Pesisir Selatan Explore VI
Pantai Sumedang
Pantai Sumedang, sebuah pantai pasir putih di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Pantai yang panjang membentang dengan pepohonan Pinus yang memagari, menjadi pemandangan menarik dari Pantai Sumedang.
Pantai ini berjarak sekitar dua jam dari Kota Painan, pusat Kabupaten Pesisir Selatan, sekitar empat jam dari Kota Padang.
Pantai ini merupakan favorit bagi masyarakat Kecamatan Ranah Pesisir, Balai Selasa dan sekitarnya. Sangat ramai pada hari-hari libur atau saat hari hari besar.
Sore menjadi saat-saat yang tepat untuk mengunjungi pantai ini, karena sunset di pantai Sumedang sangat indah
Mari menikmati senja di Pantai Sumedang
Pantai Sumedang, sebuah pantai pasir putih di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Pantai yang panjang membentang dengan pepohonan Pinus yang memagari, menjadi pemandangan menarik dari Pantai Sumedang.
Pantai ini berjarak sekitar dua jam dari Kota Painan, pusat Kabupaten Pesisir Selatan, sekitar empat jam dari Kota Padang.
Pantai ini merupakan favorit bagi masyarakat Kecamatan Ranah Pesisir, Balai Selasa dan sekitarnya. Sangat ramai pada hari-hari libur atau saat hari hari besar.
Sore menjadi saat-saat yang tepat untuk mengunjungi pantai ini, karena sunset di pantai Sumedang sangat indah
Mari menikmati senja di Pantai Sumedang
Mari menikmati sunset di Pantai Sumedang, dan mengabadikannya
...
Jumat, 31 Agustus 2018
Nyao Pulang Ka Badan
Mungkin dek untuang nan indak adoh
Ba urak raso jalinan cinto
Kini lah lamo maso balalu
Lah habih lah hilang rindu
Ndak disangajo kito batamu
Dingin badan ko taraso kaku
Den jawek salam mato balinang
Dunia taraso baguncang
Raso nyao pulang ka badan
Raso iduik arwah nan hilang
Walau barek raso di dado
Lah den kubua carito nan lamo
Ka dalam den raguak tangih
Di lua lai galak juo
Kok cinto ndak namuah habih
Den kukuik malah hati ko
Selasa, 28 Agustus 2018
Rindu yang Terucap dari Bibirmu
Ada rindu
Ketika jauh menapaki dua hati
Ketika jarak mematri
Seumpama pilu dan haru
Rindu tercipta dari titik-titik angan dan kehilangan
Kemudian kita merayakannya sebagai kenangan
Kepergian selalu menghadirkan kontradiksi
Sesak melepaskan
Dan harapan untuk kembali
Ber- angan akan elegi berubah melodi simponi
Tentang rindu dari sebalik bibirmu, nona
Semua bisa bilang rindu
Tapi, hakikat rindu
Hanya di lafadz saja
Sedang temu sekedar wacana-wacana
Semudah melantukan
Semudah melupakan
Ketika jauh menapaki dua hati
Ketika jarak mematri
Seumpama pilu dan haru
Rindu tercipta dari titik-titik angan dan kehilangan
Kemudian kita merayakannya sebagai kenangan
Kepergian selalu menghadirkan kontradiksi
Sesak melepaskan
Dan harapan untuk kembali
Ber- angan akan elegi berubah melodi simponi
Tentang rindu dari sebalik bibirmu, nona
Semua bisa bilang rindu
Tapi, hakikat rindu
Hanya di lafadz saja
Sedang temu sekedar wacana-wacana
Semudah melantukan
Semudah melupakan
Kamis, 23 Agustus 2018
Pesisir Selatan Explore V
Air Terjun Timbulun dan Maman Bay
Air terjun timbulun ini salah satu wisata dengan akses yang tidak terlalu sulit yang ada di Pesisir Selatan, terutama letaknya juga ada di Kota Painan yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan. Jadi, jangan lewatkan.
Masih di sini, Pesisir Selatannya Sumatera Barat. kali ini akan dibagikan tentang air terjun dan pantai. Sebelumnya kita juga sudah membahas tentang air terjun yang ada Pesisir Selatan, namun sebenarnya masih ada banyak air terjun yang tersebar diberbagai kecamatan di Pesisir Selatan. Begitu juga dengan pantai, sebagai wilayah pesisir, sudah tentu daerah ini memiliki banyak pantai termasuk Maman Bay. Kali ini kita akan membahas air terjun dan pantai yang tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Painan.
Air Terjun Timbulun
Air terjun Timbulun berada di Kota Painan, dengan akses menuju air terjun yang tidak terlalu jauh. Untuk mencarinya, jika dari arah Padang, posisi pintu menuju kesini berada di jalan keluar pusat Kota Painan menuju Bengkulu. Tepatnya sesudah jembatan dijalan keluar Kota Painan, disebelah kiri bisa ditemukan papan petunjuk yang menunjukkan lokasi air terjun ini.
Untuk biaya masuk, yang penulis alami tidak ada uang masuk ataupun uang parkir. Tapi tidak tahu jika sekarang. Mungkin sudah berbeda.
Air terjun Timbulun ini terdiri dari beberapa aliran. Di aliran pertama, yang termasuk kolam dangkal, biasanya akan rami oleh penduduk sekitar maupun orang dari luar daerah terutama sore hari. Untuk air terjun yang besar, perlu mendaki beberapa menit untuk menemuinya. Kita cek saja penampakkannya.
![]() |
| Dari sini dapat terlihat kenampakan kolam pertama dari aliran air terjun timbulun |
![]() |
| Penampakan air terjun timbulun dari kejauhan |
![]() | |
| Sedikit berpose, eksotis |
![]() | ||||
Tidak afdol jika tidak ikut mandi ketika ke air terjun
|
Air terjun timbulun ini salah satu wisata dengan akses yang tidak terlalu sulit yang ada di Pesisir Selatan, terutama letaknya juga ada di Kota Painan yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan. Jadi, jangan lewatkan.
Maman Bay
Selanjutnya adalah Maman Bay. Maman Bay merupakan sebuah pantai pasir putih yang tersembunyi keberadaannya. Jaraknya sekitar satu kila dari pusat Kota Painan ke arah Bengkulu. Tempat pemberhentian menuju Maman Bay ini berada disekitar tebing-tebing tinggi sebelum tikungan curam pertama sekolah Kota Painan. Tepatnya berada disebelah kanan jika dari arah Padang, dulu masih ada tulisan/plang petunjuk Maman Bay ini.
Untuk biaya, sebenarnya agak mengecewakan karena selain biaya parkir, kita juga dikenakan biaya masuk mulai dari Rp. 2000-Rp 5000, jadi bayar dua kali.
Menuju Maman Bay sendiri setelah dari tempat parkir ini harus berjalan melewati jalan setapak terlebih dahulu sekitar 10 menit.
Sesampainya di Maman Bay, kita akan disuguhi pemandangan hamparan pasir putih yang membentang cukup panjang dan debur ombak yang biru. Selain itu juga ada jembatan dermaga yang menjadi salah satu spot idola selain tulisan Maman Bay itu sendiri.
Yuk langsung saja kita intip
![]() |
| Hamparan pasir putih Maman Bay |
![]() |
| Dermaga jembatan Maman Bay |
![]() | |
| Hembusan angin dan debur ombak yang menghasilkan harmoni alam yang indah |
![]() |
| Pose dulu, spotnya bagus |
![]() |
| Salah satu spot disini |
Disini juga menyediakan sewa permainan laut sewaktu penulis kesini dulu, tapi tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang.
Baik Timbulun maupun Maman Bay, bagi penulis dua tempat ini recomended bagi para penjelajah maupun traveler, akses yang mudah menjadi salah satu alasan untuk memilih dua tempat ini untuk didatangi.
Untuk keindahan lainnya, cek sendiri saja ...
Minggu, 12 Agustus 2018
Luko Den Baok Mati
Paik ampadu lah denai rasokan
Dek cinto juo manis rasonyo
Dulunyo Kito bakasiah sayang
Manga kini denai batinggakan
Patah bacinto itu biaso
Kok indak jodoh Tuhan kuaso
Putuihnyo cinto indak den sasali
Luko di hati den baok mati
Den sangko paneh lai sampai patang
Kironyo hujan nan ditangah hari
Den sangko cinto lai ka sanang
Kironyo sansai ka badan diri
Usah dikana si bungo lado
Jikok tasansam padiah di mato
Bilo dikana maso nan lamo
Jatuah badarai si aia mato
Boy Sandi
Dek cinto juo manis rasonyo
Dulunyo Kito bakasiah sayang
Manga kini denai batinggakan
Patah bacinto itu biaso
Kok indak jodoh Tuhan kuaso
Putuihnyo cinto indak den sasali
Luko di hati den baok mati
Den sangko paneh lai sampai patang
Kironyo hujan nan ditangah hari
Den sangko cinto lai ka sanang
Kironyo sansai ka badan diri
Usah dikana si bungo lado
Jikok tasansam padiah di mato
Bilo dikana maso nan lamo
Jatuah badarai si aia mato
Boy Sandi
Langganan:
Komentar (Atom)
Negeri di Awan
Di bayang wajah mu Ku temukan kasih dan hidup Yang lama lelah aku cari Dimasa lalu Kau datang padaku Kau tawarkan Kasih hati yang tul...
-
Lah den ukia Cincin suaso Raso ka elok Ikek parmato Cincin den harok pamenan diri Mangko tak lapeh disalo jari, di salo jari Ulah kile...
-
Tugu Perbatasan dan Sarasah Ambun Masih Sumatera Barat, provinsi dengan jutaan pesona alam yang akan menggugah jiwa akan keindahannya...
-
Masih dari Kabupaten Pesisir Selatan, wilayah bagian selatan Provinsi Sumatera Barat. Kali ini yang akan dibahas adalah bukit bendera dan a...













