Malam ini telah dimulai
Aku tak secepat itu akan terkulai
Dan kau, mari ku belai
Kita kan rengkuh malam panjang
Berdua, tanpa seorang pun
Aku mesti berjuang keras
Karena kau tak sekedar diam
Kau, nakal juga
Kupikir, ini hanya akan sesaat
Seperti yang sudah-sudah
Kini kau nambah
Aku, tak boleh kalah
Sepertiga malam
Iya, aku t'lah lelah
Kau, nampak kalah
Dan Lucah telah kita jamah
Kini, lelah mesti dilepas
Dan kau, puisi
Besok tinggal ku nikmati
Juli, 2016. Malam
Coretan ke-dua
It's me and myworld!!! WELCOME ....... Mengisahkan siapapun sebagai aku. Karena dunia ini tidak hanya tentang aku seorang, namun akan lebih mudah memahami dan menuliskannya sebagai aku
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Mei 2019
Jumat, 12 April 2019
Jeda yang tak membatasi
Biarlah
Biar aku mencintai dalam kesendirian dan membisu
Menikmati mu lebih dari memiliki
Kesunyian yang menyajikan cerita semu belaka
Dan cinta lebih melukai sejak saat kau mengikrarkannya
Biarkanlah
Biar diam menjadi penawar atas semua angan
Ia merakit sedikit demi sedikit kenyataan
Kemudian menjadikan taman penuh kenang- kenangan
Kita ...
Sehingga saat ini
Mengenang adalah cara terbaik untuk tersenyum
Meski tanpa sepatah kata
Kenangan mendatangkan ketenangan
Juga luka yang menenggelamkan
Ada yang akhirnya mesti berubah, di ubah
Tentang perasaan
Masih seperti dahulu
Memang tak sehangat kopi yang baru kau seduh
Tak pula sedingin es krim kesukaanmu
Cukup untuk meredam gelisah
Pas untuk menenangkan gundah
Seperti saat ku tenang akan senyum
Dan teduh pandang bola mata mu
Tentang cara
Cinta lebih bijak mengungkapkan dari rindu yang menggebu
Tentang jarak
Tak jeda yang membelenggu
Tak ruang membebaskan sebebas-bebasnya mau
Jadi biarkanlah
Biarkan aku memandang mu
Menatapmu
Kau tak perlu tahu
Aku menyukai nya ..
Biar aku mencintai dalam kesendirian dan membisu
Menikmati mu lebih dari memiliki
Kesunyian yang menyajikan cerita semu belaka
Dan cinta lebih melukai sejak saat kau mengikrarkannya
Biarkanlah
Biar diam menjadi penawar atas semua angan
Ia merakit sedikit demi sedikit kenyataan
Kemudian menjadikan taman penuh kenang- kenangan
Kita ...
Sehingga saat ini
Mengenang adalah cara terbaik untuk tersenyum
Meski tanpa sepatah kata
Kenangan mendatangkan ketenangan
Juga luka yang menenggelamkan
Ada yang akhirnya mesti berubah, di ubah
Tentang perasaan
Masih seperti dahulu
Memang tak sehangat kopi yang baru kau seduh
Tak pula sedingin es krim kesukaanmu
Cukup untuk meredam gelisah
Pas untuk menenangkan gundah
Seperti saat ku tenang akan senyum
Dan teduh pandang bola mata mu
Tentang cara
Cinta lebih bijak mengungkapkan dari rindu yang menggebu
Tentang jarak
Tak jeda yang membelenggu
Tak ruang membebaskan sebebas-bebasnya mau
Jadi biarkanlah
Biarkan aku memandang mu
Menatapmu
Kau tak perlu tahu
Aku menyukai nya ..
Minggu, 17 Maret 2019
Menceritakan Kenangan
Disinilah aku
duduk
Menikmati
langit
Memandangi
debur ombak
Bercengkrama
dengan angin
Mengisahkan
kenangan
Nanti,
kapankah kesempatan kita?
Duduk bersama,
kau menggantikan angin
Menemaniku,
mengingatkan akan kenangan-kenangan
Yang aku
terlupa padanya
Karena
kenangan-kenangan itu
Tidak hanya
milikku
Ada kau, yang
melengkapi
Menjadikannya
sebuah cerita ...
Selasa, 12 Februari 2019
Rasa Itu Ada
Kadang kita
bisa menjadi begitu bodoh.
Tanpa sadar.
Melakukan
hal-hal diluar keinginan.
Melakukan
hal-hal yang tak biasa dilakukan.
Mengorbankan
diri demi orang lain.
Bersakit-sakit
deminya.
Hinga
berdarah-darah.
Sampai
melupakan diri-sendiri
Tanpa sadar.
Tak
merasakan apa-apa.
Justru
menikmati
Dengan
senyuman
Namun,
ketika semua tak sesuai harapan
Ketika hati
terluka olehnya
Barulah kau
mengerti
Bahwa rasa
sakit itu ada
Dan hati itu
tak lagi sama ...
Kamis, 06 Desember 2018
Bersyukurlah
Disini, dengan sendu
yang basah
Duduk sejenak memupus
resah
Ada banyak perenungan
dalam tiap perhentian
Menelisik kembali
peristiwa-peristiwa yang telah berlalu
Di antara banyak luka
dan pilu
Satu- satu kebaikan
akan merebak
Setiap sakit yang
terlewati
Menanti manis yang
indah
Selama kau percaya
Dan ketika banyak
kekecewaan
Akan terlupa oleh
sedikit kebaikan yang datang
Manusia itu sederhana
Sesulit apapun
Sebanyak apapun
masalah
Ketika satu kebaikan
datang, jutaan rasa sakit pun tergerus olehnya
Mungkin demikianlah
mengapa satu kebaikan saja amatlah berarti
Pun kecil bagimu,
mungkin lebih terasa bagi penerima
Bersyukurlah
Selasa, 06 November 2018
Kehendak Semesta
Mencintai
Demikianlah ia tersurat
dalam dada
Begitulah yang terasa pada
sanubari
Yang aku kisahkan pada-Nya
dalam do’a-do’a
Karena sebentuk perbuatan
tak mampu tersirat
Tak dapat!
Adalah diam bahasa cinta padamu
Segores senyum pertanda perasaanku
Selebihnya, kehendak
semesta yang bekerja
Menjembatani antar
jiwa-jiwa
Kehendak -Nya
menghubungkan takdir-takdir hamba
Menyembunyikan kekaguman,
mengertilah
Tidak bersama dalam
ikatan tak pasti
Bentuk aku meninggikan mu
Memuliakan mu
Dari nafsu
Yang mereka obral dalam
nama cinta
Maafkanlah nona, aku hanya
hamba yang tak berhak menjanjikan kepastian ...
Jumat, 12 Oktober 2018
Menggenggam Cinta
Yang dirasuki ialah jiwa
Yang disusupkan ialah
rasa
Dialiri setetes demi
setetes
Sehingga meng-airi yang
kering lagi keras
Melunakkan hati
melembutkan perasaan
Mencinta
Melepaskan seluruh
perasaan
Membebaskan semua beban
Menghapuskan kebencian
Menerima setiap ketulusan
Memeluk erat angan
Menjagai rindu-rindu
Merawat luka-luka
Serta meng-ikhlaskan
kepergian
Mencintai
Memiki, namun tak
mengurung
Menjaga tanpa membelenggu
Memeluk tidak mendekap
Menggenggam, tak kuat
namun erat
Ungkapkan, dengan tanpa
lisan
Tunjukkan, tiada sesumbar
Cinta
Tak mesti ramai, usah
dipestakan
Meski nyata ia ada, malam
tak pernah memaksa bintang untuk selalu keluar
Cinta, tak mesti
dihujatkan
Mestilah ia ditunaikan
Sebaik-baik penuntasan
Ialah akad
...
Minggu, 16 September 2018
Sajak
Sajakku tak lagi bersuara
Ia diam, bungkam
Kata-kataku tak lagi bergema
Ia tenggelam,
dalam keheningan
Membiaskan perenungan
Setiap pemikiran
Setiap ingatan
Membeku ditenggorokan
Menyisakan teriakan kekosongan
Sajakku t’lah mati
Dibawah kaki-kaki ironi
Ia menjadi tragedi
Atas standar masa kini
Sajak-sajakku hanya milikku
Membayangkan kau yang tak terjangkau
Hal dan perihal mengacau
Kini itu masa lampau
Bisa kau kenang, jika mau
Sajakku tak hanya milikku
Jika aku mau
Sajak-sajakku adalah aku
Bisa juga kau, dia, atau mereka
Atau bukan apa-apa
Tidak selalu aku
Selasa, 28 Agustus 2018
Rindu yang Terucap dari Bibirmu
Ada rindu
Ketika jauh menapaki dua hati
Ketika jarak mematri
Seumpama pilu dan haru
Rindu tercipta dari titik-titik angan dan kehilangan
Kemudian kita merayakannya sebagai kenangan
Kepergian selalu menghadirkan kontradiksi
Sesak melepaskan
Dan harapan untuk kembali
Ber- angan akan elegi berubah melodi simponi
Tentang rindu dari sebalik bibirmu, nona
Semua bisa bilang rindu
Tapi, hakikat rindu
Hanya di lafadz saja
Sedang temu sekedar wacana-wacana
Semudah melantukan
Semudah melupakan
Ketika jauh menapaki dua hati
Ketika jarak mematri
Seumpama pilu dan haru
Rindu tercipta dari titik-titik angan dan kehilangan
Kemudian kita merayakannya sebagai kenangan
Kepergian selalu menghadirkan kontradiksi
Sesak melepaskan
Dan harapan untuk kembali
Ber- angan akan elegi berubah melodi simponi
Tentang rindu dari sebalik bibirmu, nona
Semua bisa bilang rindu
Tapi, hakikat rindu
Hanya di lafadz saja
Sedang temu sekedar wacana-wacana
Semudah melantukan
Semudah melupakan
Selasa, 07 Agustus 2018
Dalam Rumah-Mu Aku Ditenangkan
Kerinduan
Mampu mengantar mu pada kesunyian
Kediaman yang menuntun batin pada pertanyaan-pertanyaan
Kerinduan menjadi langkah ketika kehampaan menjelang
Kecintaan melahirkan kerinduan
Namun semua bertitik dari temu pada temu
Lalu bagaimana aku kan merindukan?
Sedang yang aku tahu hanya sebatas dari yang aku dengar
Referensi ku ialah bacaan-bacaan yang logika ku tak mampu memahami setiap aksara maupun makna
Engkau tersirat dalam surat-surat
Terucap dalam do'a-do'a
Mencinta yang tak kasat mata
Merindu yang tak berwujud
Aku tak sepantasnya mereka yang mampu merasakan perasaan itu
Mereka yang selalu ada ketika panggilan itu menggema
Aku percaya, cinta itu ada untukku
Aku saja yang terlalu angkuh 'tuk memyadari
Meski begitu, aku tak pernah ditinggalkan
Ketika keadaan tak memihak
Dunia pun seakan menjauh
Engkau tetap menenangkan
Betapa baru ku sadari bahwa hanya di saat terendah dalam kisahku
Engkau ada
Kejatuhan membimbingku pada banyak luka
Ketika itu pula aku membimbing diriku pada kesendirian
Namun, aku tak pernah benar-benar dibiarkan pergi
Dalam kesunyian aku tak sepi
Dalam kesunyian aku tidak sendiri
Dalam kesunyian aku ditenangkan
Dalam kesunyian aku menyadari
Bahwa Engkau, ada!
Dan rumah-Mu akan selalu menantiku
Dalam rumah-Mu
Aku ditenangkan ...
Mampu mengantar mu pada kesunyian
Kediaman yang menuntun batin pada pertanyaan-pertanyaan
Kerinduan menjadi langkah ketika kehampaan menjelang
Kecintaan melahirkan kerinduan
Namun semua bertitik dari temu pada temu
Lalu bagaimana aku kan merindukan?
Sedang yang aku tahu hanya sebatas dari yang aku dengar
Referensi ku ialah bacaan-bacaan yang logika ku tak mampu memahami setiap aksara maupun makna
Engkau tersirat dalam surat-surat
Terucap dalam do'a-do'a
Mencinta yang tak kasat mata
Merindu yang tak berwujud
Aku tak sepantasnya mereka yang mampu merasakan perasaan itu
Mereka yang selalu ada ketika panggilan itu menggema
Aku percaya, cinta itu ada untukku
Aku saja yang terlalu angkuh 'tuk memyadari
Meski begitu, aku tak pernah ditinggalkan
Ketika keadaan tak memihak
Dunia pun seakan menjauh
Engkau tetap menenangkan
Betapa baru ku sadari bahwa hanya di saat terendah dalam kisahku
Engkau ada
Kejatuhan membimbingku pada banyak luka
Ketika itu pula aku membimbing diriku pada kesendirian
Namun, aku tak pernah benar-benar dibiarkan pergi
Dalam kesunyian aku tak sepi
Dalam kesunyian aku tidak sendiri
Dalam kesunyian aku ditenangkan
Dalam kesunyian aku menyadari
Bahwa Engkau, ada!
Dan rumah-Mu akan selalu menantiku
Dalam rumah-Mu
Aku ditenangkan ...
Kamis, 19 Juli 2018
Memeluk Rindu
Dan pada akhirnya
Kita akan sampai pada saat itu
Saat saat sendiri tanpa siapa pun
Menatap sayu sekeliling
Ruang yang tak lagi sama
Canda tawa yang telah tiada
Meja makan yang terasa lebih hening
Sarapan pagi yang tidak lebih sunyi dari kesepian
Aku kehilangan
Aku tahu masa masa ini akan datang
Menyadari lebih sulit ketimbang mengira-ngira
Merasakan lebih sakit dari hanya sekedar memahami
Ketika ia datang, perpisahan itu selalu menyesakkan
Aku tak bisa menahan kepergian
Sebisa ku hanya menunda
Aku tidak sekuat yang ku harapkan
Aku petualang yang buruk
Pecinta yang rapuh
Dan perindu yang angkuh
Aku, mengkhianati temu dan merayakan rindu
Menghabiskan malam-malam penuh rindu dengan berkaleng-kaleng bir
Menceritakan banyak kenangan pada bayang bayang di dinding
Aku kehilangan diriku
Membiarkan air mata jatuh tanpa perintah
Membiarkan isak me-mekak tanpa persetujuan
Aku, jatuh
Pada pagi yang cerah
Ketika mentari mencurahkan kasih hangat
Aku sibuk membolak-balik kenangan
Mencari-cari dalam pesan-pesan dahulu
Membacai surat-surat
Mengacak acak isi rumah
Berharap ada yang tersisa dan bisa membawa mu kembali
Meski begitu, aku lupa
Bahwa ruang tempatmu bersemayam bukan rumah
Bukan pula pesan pesan dan surat surat
Tidak lagi
Seharusnya aku menyadari lebih cepat
Tempatmu tak akan berubah
Kehilangan membuatku melupakan segalanya
Tapi cinta akan selalu mengembalikan ingatan
Perasaan pada pemiliknya
Kau, ada disini, di tempat seharusnya kau berada
Dalam pelukan
Di hatiku
Selalu
Kita akan sampai pada saat itu
Saat saat sendiri tanpa siapa pun
Menatap sayu sekeliling
Ruang yang tak lagi sama
Canda tawa yang telah tiada
Meja makan yang terasa lebih hening
Sarapan pagi yang tidak lebih sunyi dari kesepian
Aku kehilangan
Aku tahu masa masa ini akan datang
Menyadari lebih sulit ketimbang mengira-ngira
Merasakan lebih sakit dari hanya sekedar memahami
Ketika ia datang, perpisahan itu selalu menyesakkan
Aku tak bisa menahan kepergian
Sebisa ku hanya menunda
Aku tidak sekuat yang ku harapkan
Aku petualang yang buruk
Pecinta yang rapuh
Dan perindu yang angkuh
Aku, mengkhianati temu dan merayakan rindu
Menghabiskan malam-malam penuh rindu dengan berkaleng-kaleng bir
Menceritakan banyak kenangan pada bayang bayang di dinding
Aku kehilangan diriku
Membiarkan air mata jatuh tanpa perintah
Membiarkan isak me-mekak tanpa persetujuan
Aku, jatuh
Pada pagi yang cerah
Ketika mentari mencurahkan kasih hangat
Aku sibuk membolak-balik kenangan
Mencari-cari dalam pesan-pesan dahulu
Membacai surat-surat
Mengacak acak isi rumah
Berharap ada yang tersisa dan bisa membawa mu kembali
Meski begitu, aku lupa
Bahwa ruang tempatmu bersemayam bukan rumah
Bukan pula pesan pesan dan surat surat
Tidak lagi
Seharusnya aku menyadari lebih cepat
Tempatmu tak akan berubah
Kehilangan membuatku melupakan segalanya
Tapi cinta akan selalu mengembalikan ingatan
Perasaan pada pemiliknya
Kau, ada disini, di tempat seharusnya kau berada
Dalam pelukan
Di hatiku
Selalu
Sabtu, 02 Juni 2018
Nomaden
Tanah
kelahiran bisa jadi bukanlah tempat untuk tumbuh dan berkembang
Tempat
menetap pun tak dijanjikan sebagai tempat terakhir
Kita
hanya pejalan yang mengikuti takdir
Dan akan
selalu menjadi musafir
Perjalanan
panjang yang telah menanti
Akhir cerita
yang tak pasti
Lika-liku
pendakian
Orang-orang
baru
Pertemuan
Perpisahan
Selalu
ada yang datang, demikin pula dengan pergi
Kita tak
bisa menolak pertemuan
Pun tak
kuasa akan perpisahan
Pada
suatu waktu
Kita
yang mengantar
Di waktu
yang lain,
Kita yang
diantar
Betapa
hidup begitu sederhana
Namun
begitu banyak makna tiap-tiap peristiwa
Maka,
bersyukurlah
Teruskanlah perjalanan
Selama hayat senantiasa
memeluk jasad
Teruskan pengamalan
Sebelum tempo jatuh
tenggat
Sabtu, 30 September 2017
Do’a yang Takut
Aku
bukanlah hamba yang taat
Ketika
hati memilih mu
Diam-diam
ia sering mendo’a atas nama mu
Aku
takut,
Terlalu
sering do’a ku
Dia
akan marah
Bukan
apa-apa
Dia
itu pencemburu
Aku
semakin takut saja
Do’a
ku akan mu terlalu meminta
Sedang
Dia juga mesti di cinta
Tak
boleh sekedar saja, harus di atas segalanya
Aku
takut, Dia marah karena do’a-do’a ku terlalu menginginkan mahluk-Nya.
Sabtu, 26 Agustus 2017
Tanda
Benar, aku sedang
mempersulit diri sendiri
Aku memperhatikanmu,
meski tiada sepatah kata
ataupun tanpa sebuah sapaan
Maaf,
Aku rindu, dan itu tak akan aku sembunyikan.
Aku rindu, dan itu tak akan aku sembunyikan.
Aku
akan merindu.
Itu
adalah sebuah kepastian
Dan
kau akan tahu
Aku
akan rindu,
Lewat
tanda terpasang
Kau
akan mengenali
Karena
ia, juga tentangmu
Nona
Minggu, 18 Juni 2017
Mereka yang Bercinta Hanya dalam Hati
Aku melihat mereka nan mencinta dengan cara berbeda
Mencinta dalam dambaan tanpa sepatah kata untuk-nya
Mengirim pesan-pesan kebaikan pada langit
Mengabarkan kedukaan melalui hujan
Berbagi lewat do’a dan aksara
Atas nama dia, kasih (dalam hati) nya
Adalah kekuatan tak hingga
Ketika anugerah dalam genggaman tetap tertutup rapat
Meski sejatinya yang tercinta telah dapat dimaknai hatinya,
sikapnya.
Adalah keberanian
Ketika rasa yang begitu tinggi
Bisa-bisanya ia tenangkan, bahkan ketika Dia telah menjemput
rasa itu
Adalah keteguhan
Ketika makna-makna yang tersabdakan terabaikan
Lalu dengan sendirinya tetap menyimpan perasaan itu
Tanpa dendam dan kebencian
Mereka, yang penuh ketulusan
Terlihat seperti orang-orang bodoh, mengorbankan diri
Mengurung pribadinya dalam ruang rindu penantian tanpa
kepastian
Mengabaikan diri sendiri
Demi kebahagiaan dan demi-demi lain teruntuk-nya
Yang tercinta
Mereka, yang tetap dengan keyakinannya
Bersedia terluka dan kecewa
Merelakan airmata jatuh berkali-kali
Diabaikan, terabaikan
Pun demikian, tetap mengasihi
Seolah tak peduli bahwasanya hati mereka pun butuh akan
dirawat
Butuh akan kebahagiaan
Sulit untuk bisa menerima
Kenyataan memang kadang mengharukan
Kediaman cinta, terunjuk dalam perbuatan-perbuatan
Dan balasannya, terkadang mewujud peng-abai-an
Hati itu tak pernah lelah
Entah apa yang mereka yakinkan pada diri sendiri
Mencintai dalam diam
Biarlah perbuatan yang menunjukkan
Betapa pun lisan tak pernah mengisahkan
Mereka yang kuat akan cinta yang demikian
Patut mendapat upah yang pantas
Namun hukum cinta tak lah demikian
Mereka tahu akan hal itu
Karenanya,
Mereka yang mencinta dengan cara demikian
Selalu mencintai dari kedalaman jiwa
Dengan ketulusan hati
Minggu, 23 April 2017
Demikianlah Cinta
Kita
Adalah “harapan” yang tak akan bersama
Memang takdir mengatur pertemuan
Tak berarti ia akan menyatukan
Demikianlah cinta
Ia menautkan rasa padaku, padamu
Walau sejatinya tak pernah ia menjanjikan penyatuan
Yang kita lakukan,
Menjalankan pilihan
Menurutkan keinginan
Jangan sesali perpisahan
Semenyakitkannya ia
Pertemuan dahulu tentulah kebersamaan penuh
kebahagiaan
Dan senyum itu,
tentu anggur yang ingin kau nikmati di tiap-tiap malam di penghujung
angan
Jangan menyalahkan pertemuan
Meski di akhirnya lah perpisahan
Jangan lupakan, sesakitnya kehilangan
Sebelumnya ia-lah manis yang senantiasa engkau
agungkan
Tak banyak cinta yang akan terkenang
Yang berkesanlah yang terngiang
Ada
Untuk pemahaman
Juga pembelajaran
Jangan menyesali yang telah lekang
Ketika saatnya, kau akan bebas terbang
Kau bebas mengenang apa yang ingin kau kenang
Minggu, 26 Februari 2017
Rindu dalam Logika
Seanggun rindu di deret jemarimu itu
Selembut angkuh didadamu
kini
Menutupi perasaan menipu
diri
Menjadikan rindu imaji
tak hingga
Jarak
Adalah meter-meter
persegi yang membatasi
Ruang-ruang waktu yang
kita tempuhi
Bukankah temu adalah
do’a-do’a ditiap malammu?
Akan ganjil-ganjil yang
mesti kita genapi
Dan kini, pertemuan
menjadi paradoks
Rindu dalam genggammu tak
lagi rasional
Katamu ”Rindu ini nikmat bila ia tetap merindu”,
“dan
pengkhianatan atas nama temu”,
“menjadikan gebu-gebu itu tak lagi bernilai”.
Katamu “Cinta tak dinilai atas kuantitas temu”.
Cinta dimatamu ialah
kualitas atas tahun-tahun sesak penuh rindu,
Dan dua hati tetap
bertahan
Meski bilangan-bilangan
rayu radikal menjamu
Ia kokoh pada satu cinta
“Aku dihatimu, kamu dihatiku”
Aku benci aksiomamu
Rindumu adalah cinta tak
terdefinisikan
Dan pertemuan menjadi
statistik-statistik atas angka-angka yang tak akan menjelaskan apa-apa
Aku gagal memahami realitas
logikamu
Sebelum rindu menjadi
elegi
Aku pergi
Biar kau puas menghitung
nikmat-nikmat
Dan aku puas mengumpat
Sabtu, 14 Januari 2017
Kita Hanya Terlambat Bertemu
Kita hanya
terlambat bertemu
Sebelum
perasaan satu sama lain menjadi haru
Ia dulunya
adalah tatapan malu-malu
Dan senyum
senyum tersipu
Kita hanya
terlambat bertemu
Yang
membiarkan perasaan tumbuh terus menerus
Yang membiarkan
perjumpaan-perjumpaan meng-akrabkan
Yang
membiarkan hangat menenangkan hati masing-masing
Yang
membiarkan nyaman satu sama lain
Kita hanya
terlambat bertemu
Hingga
akhirnya keadaan menyadarkan kemesraan
Kau
miliknya, dan aku milik yang lain
Kita hanya
terlambat bertemu
Untuk
waktu-waktu yang telah melahirkan rindu-rindu
Untuk
masa-masa yang telah meminjamkan kebersamaan
Perpisahan
kini akan mengembalikan kita
Memulangkan yang
hilang ke asalnya
Mengembalikan
perasaan kepada sang empunya
Untuk perasaan
yang tak sampai
Untuk cinta
yang tak tergapai
Kita hanya
terlambat bertemu
Kamis, 24 November 2016
Aku Baik-baik Saja
Kali ini
Biarlah aku berbohong
Sampai nanti
Ia tak lagi menjadi kebohongan
Dan nanti
Engkau yang bagi ku adalah angan
Akan menjadi ke-biasa-an
Aku,
Pada akhirnya akan melupakan
Kamu,
Jangan ada penyesalan
Minggu, 16 Oktober 2016
Di tolak
Aku belum
menyatakannya
Baru mendengar
saja
Pun dari orang
lain pula
Tapi, hati ku
sudah patah
Rasanya ...
Aku masih
belum mengungkapkannya
Namun reaksi
Telah pasti
Hatiku,
Luka lagi
Kita tertawa
sama-sama
Menjelang
malam berdua
Mengantuk bersama
Hanya hati
masing-masing yang tetap berbeda
Kita sama-sama
terluka
Kau,
Terluka karena
dia
Aku,
Karena kau
yang memilih dia
Langganan:
Komentar (Atom)
Negeri di Awan
Di bayang wajah mu Ku temukan kasih dan hidup Yang lama lelah aku cari Dimasa lalu Kau datang padaku Kau tawarkan Kasih hati yang tul...
-
Lah den ukia Cincin suaso Raso ka elok Ikek parmato Cincin den harok pamenan diri Mangko tak lapeh disalo jari, di salo jari Ulah kile...
-
Tugu Perbatasan dan Sarasah Ambun Masih Sumatera Barat, provinsi dengan jutaan pesona alam yang akan menggugah jiwa akan keindahannya...
-
Masih dari Kabupaten Pesisir Selatan, wilayah bagian selatan Provinsi Sumatera Barat. Kali ini yang akan dibahas adalah bukit bendera dan a...











