Senin, 29 Oktober 2018

Part of Bangka, Menumbing


Bangka Belitung, sebuah provinsi kepulauan yang terdiri dari dua pulau besar yakni Bangka dan Belitung, juga mempunyai beragam keindahan. Salah satunya adalah Menumbing. Menumbing merupakan kawasan dengan ketinggian sebagai keunggulannya. Tempat pembuangan Presiden Soekarno dulunya di Bangka. Untuk mengenang peristiwa tersebut, maka keberadaan Pesanggrahan Menumbing di puncak Menumbing adalah saksinya.



Kedatangan di Menumbing akan disambut dengan ucapan “Selamat Datang di Menumbing”. Untuk masuk ke kawasan ini, kita harus membeli karcis masuk senilai kurang lebih Rp. 5000- Rp. 10.000.



Setelah dari sini, perjalanan menuju puncak adalah pendakian yang lumayan panjang dan terjal, namun penuh dengan tantangan.


Sesampainya di puncak, kita akan disambut oleh sebuah bangunan bergaya klasik eropa yang menawan.

menumbing

Inilah gedung yang akan menyambut kedatangan di puncak Menumbing, klasik namun menawan. Terdiri dari dua tingkat, nuansa eropa terlihat jelas dari luar serta dikelilingi oleh pemandang Bangka serta lautan luas.


puncak menumbing

Keindahan alam Bangka dari ketinggian Menumbing


bangka belitung

bangka island

pesanggrahan menumbing
Cuaca dan suasana langit saat itu sangat mendukung untuk menikmati Menumbing, langit biru mendominasi, ciri khas di daerah pulau.


Selanjutnya, menikmati suasana di dalam Pesanggrahan Menumbing yang kental dengan nuansa Soekarno


bangka belitung

bukit menumbing

Ruangan yang tertata rapi ini berisi berbagai barang-barang yang pernah digunakan oleh Presiden Soekarno seperti mobil antik tua serta koleksi poto-poto sejarah Indonesia. Selain itu, ada tempat penjualan souvenir juga disini mulai dari kaos hingga gantungan kunci. Uniknya gantungan kunci disini berbahan timah, sebagai bukti bahwa Bangka ini adalah penghasil timah di Indonesia. Karena berbahan timah, harga gantungan kunci ini juga lumayan tinggi dari biasanya

Oke, sekian dulu dari Menumbing. Ini tempat yang sangat direkomendasikan kalau kita ke Bangka, Instagramable and fotoable ...

Minggu, 21 Oktober 2018

Mangko Denai Tagamang

Kok cinto Uda ka ranah Minang
Tapian usah tinggakan
Kok cinto Uda ka denai surang
Usahlah pai bajalan

Di pacik janji ganggam pituah
Sajalan kato jo sayang
Lautan sati rantau batuah
Mangkonyo denai tagamang

Bukannyo ragu ka alang tabang
Dek langik indak batapi
Bukannyo ragu ka Uda sayang
Dek dunia samakin sati






Jumat, 12 Oktober 2018

Menggenggam Cinta



Yang dirasuki ialah jiwa
Yang disusupkan ialah rasa
Dialiri setetes demi setetes
Sehingga meng-airi yang kering lagi keras
Melunakkan hati melembutkan perasaan

Mencinta
Melepaskan seluruh perasaan
Membebaskan semua beban
Menghapuskan kebencian

Menerima setiap ketulusan
Memeluk erat angan
Menjagai rindu-rindu
Merawat luka-luka
Serta meng-ikhlaskan kepergian

Mencintai
Memiki, namun tak mengurung
Menjaga tanpa membelenggu
Memeluk tidak mendekap
Menggenggam, tak kuat namun erat
Ungkapkan, dengan tanpa lisan
Tunjukkan, tiada sesumbar

Cinta
Tak mesti ramai, usah dipestakan
Meski nyata ia ada, malam tak pernah memaksa bintang untuk selalu keluar
Cinta, tak mesti dihujatkan
Mestilah ia ditunaikan
Sebaik-baik penuntasan
Ialah akad

...

Jumat, 05 Oktober 2018

Pesona Solok Selatan

Air Terjun Kembar

Masih dari Sumatera Barat, kali ini satu lagi sisi selatan Sumatera Barat yaitu Kabupaten Solok Selatan. Solok Selatan sangat kaya akan destinasi wisata alam dan salah satunya adalah Air Terjun kembar.

Air terjun kembar sendiri berada di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Sangir. Lokasinya sendiri tidak jauh dari Kantor Bupati Solok Selatan, sekitar 5 Km, dan telah tersedia plang-plang petunjuk arah menuju air terjun.

Di lokasi air terjun sendiri tersedia lapangan parkir yang cukup luas serta ada pedagang makanan dan minuman. air terjun yang juga memiliki lahan yang cukup laus dan bersih ini cocok untuk wisata keluarga.

Mari kita cek langsung penampakannya ...

air terjun kembar


solok selatan

solok selatan


air terjun kembar


Nah, itulah sedikit gambaran tentang Air Terjun Kembar, nikmati sendiri suasananya ...



Jumat, 21 September 2018

Lingka Suaso

Lah den ukia
Cincin suaso
Raso ka elok
Ikek parmato
Cincin den harok pamenan diri
Mangko tak lapeh disalo jari, di salo jari
Ulah kilek ... Kilaunyo suto
Sulam jo rendo adiak kusuikan
Ulah suaso kurang rononyo
Mangkonyo cincin adiak lengahkan
Adiak lengah kan ...

Den pandang-pandang
Selo jari
Cincin suaso, mano kini?
Santano galau, jantuang jo hati
Hati den rintang, banyanyi-nyanyi
Hati den rintang, banyanyi-nyanyi

Minggu, 16 September 2018

Sajak



Sajakku tak lagi bersuara
Ia diam, bungkam
Kata-kataku tak lagi bergema
Ia tenggelam,
dalam keheningan
Membiaskan perenungan

Setiap pemikiran
Setiap ingatan
Membeku ditenggorokan
Menyisakan teriakan kekosongan

Sajakku t’lah mati
Dibawah kaki-kaki ironi
Ia menjadi tragedi
Atas standar masa kini

Sajak-sajakku hanya milikku
Membayangkan kau yang tak terjangkau
Hal dan perihal mengacau
Kini itu masa lampau
Bisa kau kenang, jika mau
Sajakku tak hanya milikku
Jika aku mau

Sajak-sajakku adalah aku
Bisa juga kau, dia, atau mereka
Atau bukan apa-apa
Tidak selalu aku

Jumat, 07 September 2018

Pesisir Selatan Explore VI

Pantai Sumedang

Pantai Sumedang, sebuah pantai pasir putih di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Pantai yang panjang membentang dengan pepohonan Pinus yang memagari, menjadi pemandangan menarik dari Pantai Sumedang.


Pantai ini berjarak sekitar dua jam dari Kota Painan, pusat Kabupaten Pesisir Selatan, sekitar empat jam dari Kota Padang.

Pantai ini merupakan favorit bagi masyarakat Kecamatan Ranah Pesisir, Balai Selasa dan sekitarnya. Sangat ramai pada hari-hari libur atau saat hari hari besar.

Sore menjadi saat-saat yang tepat untuk mengunjungi pantai ini, karena sunset di pantai Sumedang sangat indah

Mari menikmati senja di Pantai Sumedang



Pantai Sumedang






Mari menikmati sunset di Pantai Sumedang, dan mengabadikannya
...

Negeri di Awan

Di bayang wajah mu Ku temukan kasih dan hidup Yang lama lelah aku cari Dimasa lalu Kau datang padaku Kau tawarkan Kasih hati yang tul...