Minggu, 06 Agustus 2017

Tentang Mengira-ngira


Sudah lumrah manusia mengira-ngira akan suatu hal, menerka-nerka apa yang akan terjadi. Dalam matematika pun kita belajar tentang peluang, tentang kemungkinan-kemungkinan yang bermuara dari memperkirakan tapi memiliki hitung-hitungan tersendiri. Ada banyak hal yang bisa dikira-kira oleh manusia entah itu perihal nasib, masa depan, maupun hasil suatu pertandingan. Bahasa kerennya adalah prediksi. Lalu bagaimana tentang mengira-ngira kepribadian atau perilaku seseorang? Entahlah, aku tak berani mengira-ngira atau merasa tahu tentang perilaku seseorang. Aku menyebutnya menilai perilaku orang lain.

Berbicara tentang mengira perilaku orang lain akan memunculkan dua pandangan tentang orang tersebut, pandangan positif atau negatif. Jika pandangan positif yang muncul, syukurlah, setidaknya itu turut menjaga nama baik orang tersebut. Namun, jika pandangan negatif yang muncul, bisa jadi kita sedang memfitnah orang lain, atau pastinya kita sedang menggunjingkan orang lain. Perkara tentang mengira-ngira perilaku orang ini, sebelum kita melakukannya, sudahkah kita mengenal baik orang itu? Sudahkah kita bergaul banyak dengannya? Sudahkah kita menghabiskan waktu barang sejam dua jam dengannya selama satu hari setiap harinya? Sudahkah kita melakukan perjalanan panjang dengannya? Sebenarnya masih banyak indikator lain untuk menilai dan menerka-nerka perilaku orang lain.

Jika kita bahkan sangat jarang bergaul dengannya, janganlah coba untuk menerka tentang sikapnya. Melakukan itu membuat kita menjadi orang yang sok tahu. Sedang kita sendiri pun tak suka dengan orang yang sok tahu. Semisal ini, kita kenal seseorang, orang itu kenal dengan kita, tapi pergaulan biasa saja dan tak terlalu intens. Pada suatu ketika dia mengira-ngira soal sikap kita seperti ini, seperti itu dan seterusnya yang banyak sekali tak sesuai. Penilaiannya tentang kita justru membuat kita heran sehingga kita berpikir “siapa dia? Akrab tidak, bergaul juga biasa-biasa saja, tapi seakan tahu apapun tentang ku, sok tahu”. Tentu kita tak senang dengan penilaian semacam itu apalagi dari orang yang tak terlalu akrab. Tapi periksa dulu, kamu tak senang karena yang dia katakan tentangmu memang tidak sesuai atau karena kamu tak terima padahal yang ia katakan benar tentangmu?

Jika pun yang ia katakan tentangmu benar, kamu pun belum tentu bisa menerimanya kan? Lalu bagaimana bisa kamu membicarakan kejelekan seseorang pada orang lain? Karenanya, jawablah yang baik-baik saja jika pertanyaan seputar perilaku seseorang jika itu bukan perkara besar. Apabila pertanyaan mengenai perilaku berkaitan tentang hal besar seumpama pernikahan, perniagaan, jawablah setahu mu. Misalkan seorang wanita bertanya kepadamu tentang bagaimana perilaku laki-laki yang hendak melamarnya karena laki-laki itu ialah temanmu, kenalanmu, sahabatmu, maka jawablah semampumu baik buruknya ia karena perkara nikah tak lah main-main. Jangan pula kamu memberi jawaban palsu karena ternyata kamu juga menyukai wanita yang sama. Jikalau kamu tak mampu memberikan jawaban yang memuaskan, rekomendasikanlah orang lain yang berkompeten.

Jangan menilai seseorang hanya dari apa yang mata lihat tanpa mencoba terlibat dengannya. Karena jika tak bergaul dengannya, tak akan bisa kamu memastikan bagaimana ia. Kadang ia tak seburuk yang kau duga. Jangan pula menilai seseorang hanya dari apa yang kamu dengar dari orang lain, karena yang kamu dengar kadang hanya ujaran kebencian atau pujian dari fanatisme. Kenalilah lebih dalam, maka kamu akan tahu, mungkin karena itu ada pepatah "Tak kenal maka tak sayang". 

Setahu apa kita terhadap perilaku orang lain, kita tak berhak menghakiminya karena sejatinya kita tak benar-benar tahu bagaimana seseorang itu. Karena tak semua orang menampilkan total dirinya pada orang lain. Kita tidak bisa menilai seberapa kuat seseorang, juga tak bisa mengatakan seberapa lemah dia. Manusia itu keterbatasan yang tak pernah bisa kita pahami batasnya. Jadi, janganlah merasa sangat tahu tentang teman-temanmu, kenalanmu maupun sahabatmu. Bisa jadi sikapmu yang seolah tahu itu dapat menyinggung orang-orang terdekatmu. Ucapkan saja yang baik-baik tentang kenalanmu, temanmu, sahabatmu. Jika kau benar-benar tak tahu, katakan saja tak tahu daripada menerka-nerka yang tak meiliki dasar.

Kata penutup, mengutip, lupa dari siapa dan kata-kata tepatnya, yang jelas maknanya demikian. Ketika kita bermasalah dengan satu orang, itu maklum dan wajar. Tapi jika kita bermasalah dengan hampir setiap orang, coba cek diri kita, sudah benarkah kita? Curigailah diri kita terlebih dahulu sebelum mencurigai orang lain. Kita jarang menyadari bahwa kadang pemikiran kita sendiri yang menjebak kita dalam menolak kebenaran dari luar. Intropeksi diri, kita tak selalu benar, jangan sampai ego membutakan diri.

Bahkan aku pun belum tentu suci dari dosa ketika menulis ini.




Senin, 17 Juli 2017

Lima Puluh Kota/Payakumbuh


Kapalo Banda

Masih dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Kali ini tempat yang akan kita bahas adalah Kapalo Banda Taram. Apa itu Kapalo Banta Taram? Kapalo Banda Taram adalah sebuah objek wisata air yang alami dengan dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah. Kapalo Banda Taram terletak di Kenagarian Taram, Kecamatan Harau, sekitar 20 menit jika dari pusat Kota Payakumbuh dengan kendaraan bermotor dan berjam-jam kalau jalan kaki.

Kapalo Banda Taram sendiri merupakan objek wisata air yang diinovasikan dengan adanya rakit-rakit yang digunakan untuk mengarungi air Taram. Ya, ini adalah wisata berakit-rakit ke hulu yang menyenangkan lagi menentramkan, menghilangkan stress.

Ini penampakannya, abaikan saja uni dalam gambar

Kapalo Banda Taram


Yah, pemandangan hijau dan perbukitan akan menyambut setiap pengunjung. Soal rakit, selalu tersedia, kita hanya perlu menyewa rakit dengan kisaran harga Rp. 15.000-20.000, tergantung musim, seperti musim libur, harga kadang tidak stabil. Jangan sampai rakit yang anda naiki juga tidak stabil nantinya ya.

Kapalo Banda Taram


Taram




Kamu bisa menikmati rakit bersama dengan teman-temanmu disini, jika takut sendirian, tapi kalau sendirian kesannya jomblo sekali, jadi ajaklah teman-teman jika kamu tak punya pasangan kesini ya.


Penampakan lainnya

kapalo banda taram





Kapalo Banda Taram merupakan obyek wisata yang cukup unik dan menarik untuk dikunjungi. Wisata sekaligus olahraga, iya, olahraga mendayung rakit. Lokasi ini selalu ramai didatangi oleh pengunjung baik dari dalam kota maupun luar kota apalagi kalau hari libur, sampai tumpeh-tumpeh.

Dari pada hanya mendengar dan membaca, jika ada waktu berkunjung ke Sumatera Barat dan Kab. Lima Puluh Kota, sempatkan kesini.


Air Terjun Lubuk Bulan

Masih bermain dengan air, tapi ini butuh tenaga dan stamina ekstra. Air Terjun Lubuk Bulan, searah dengan air terjun Jara, sama-sama berlokasi di Mungka, namun melalui jalur pendakian yang cukup tinggi dan panjang, sekitar 180 menit dengan berjalan kaki. Bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor, itu jika anda telah berpengalaman berkendara mendaki bukit sih, jalan tanah loh ya, bukan aspal atau semen.

Sedikit penampakan rutenya


Lubuk Bulan

Itu adalah pemberhentian yang ke sekian hasil pendakian. Jalan tahap awal seperti ini. Percayalah, ini ketinggian yang mampu membuatmu jadi patah-patah jika terjun bunuh diri. Dan ini baru 10% dari jarak yang mesti dilalui

Sambil beristirahat, kamu bisa menyaksikan keindahan alam Payakumbuh dengan deret bukit bukit yang menghijau. Keren!

Rute selanjutnya, masuk semak.




Istirahat yang kesekian dari kesekian kalinya. Melihat rute ini, membawa kendaraan bermotor memungkinkan bagi anda yang telah mahir menghadapi jalan pendakian. Jika anda berjalan kaki, persiapkan amunisi makanan dan minuman yang banyak, tak ada yang jualan makanan dan minuman disini, daun dan rumput saja yang ada.

Dan

Air Terjun Lubuk Bulan

Itu adalah wajah-wajah bahagia karena tak menyangka perjalanan akan sejauh itu. Awalnya kami berpikir akan memakan waktu satu atau dua jam saja, ternyata lebih.

Dan, ini kenampakkan lainnya

Air Terjun Lubuk Bulan


Yah, itulah sedikit kenampakan dari Kapalo Banda Taram dan Lubuak Bulan. Biaya masuk Lubuk Bulan sekitar Rp.5000-10.000an, tergantung suasana dan musim.

Berkunjunglah dan dapatkan ceritamu sendiri!

Minggu, 02 Juli 2017

Mengintai dari Tirai Kamar



Dinginnya angin malam ini
Menyapa tubuhku
Namun tidak dapat dinginkan hatiku
Yang kau hangatkan

Terasa tercabarnya kelakian ku ini
Dengan sikapmu
Mentanglah aku ini insan kekurangan
Senangnya kau mainkan

Siapalah aku ini
Untuk memintal buih yang memutih
Menjadi permadani
Seperti mana yang tertulis dalam novel cinta

Juga mustahil bagiku menggapai bintang di langit
Menjadikan hantaran
Syarat untuk milikimu
Semua itu sungguh aku takkan mampu

Silap aku juga kena jatuh cinta
Insan sepertimu seanggun bidadari
Seharusnya aku cerminkan diriku
Sebelum tirai kamar aku buka
Untuk mengintaimu

Song by:
Exist :
Mengintai Dari Tirai Kamar





                                                                                  

Minggu, 18 Juni 2017

Mereka yang Bercinta Hanya dalam Hati




Aku melihat mereka nan mencinta dengan cara berbeda
Mencinta dalam dambaan tanpa sepatah kata untuk-nya
Mengirim pesan-pesan kebaikan pada langit
Mengabarkan kedukaan melalui hujan
Berbagi lewat do’a dan aksara
Atas nama dia, kasih (dalam hati) nya

Adalah kekuatan tak hingga
Ketika anugerah dalam genggaman tetap tertutup rapat
Meski sejatinya yang tercinta telah dapat dimaknai hatinya,
sikapnya.

Adalah keberanian
Ketika rasa yang begitu tinggi
Bisa-bisanya ia tenangkan, bahkan ketika Dia telah menjemput rasa itu

Adalah keteguhan
Ketika makna-makna yang tersabdakan terabaikan
Lalu dengan sendirinya tetap menyimpan perasaan itu
Tanpa dendam dan kebencian

Mereka, yang penuh ketulusan
Terlihat seperti orang-orang bodoh, mengorbankan diri
Mengurung pribadinya dalam ruang rindu penantian tanpa kepastian
Mengabaikan diri sendiri
Demi kebahagiaan dan demi-demi lain teruntuk-nya
Yang tercinta

Mereka, yang tetap dengan keyakinannya
Bersedia terluka dan kecewa
Merelakan airmata jatuh berkali-kali
Diabaikan, terabaikan
Pun demikian, tetap mengasihi
Seolah tak peduli bahwasanya hati mereka pun butuh akan dirawat
Butuh akan kebahagiaan

Sulit untuk bisa menerima
Kenyataan memang kadang mengharukan
Kediaman cinta, terunjuk dalam perbuatan-perbuatan
Dan balasannya, terkadang mewujud peng-abai-an
Hati itu tak pernah lelah
Entah apa yang mereka yakinkan pada diri sendiri

Mencintai dalam diam
Biarlah perbuatan yang menunjukkan
Betapa pun lisan tak pernah mengisahkan

Mereka yang kuat akan cinta yang demikian
Patut mendapat upah yang pantas
Namun hukum cinta tak lah demikian

Mereka tahu akan hal itu

Karenanya,
Mereka yang mencinta dengan cara demikian
Selalu mencintai dari kedalaman jiwa

Dengan ketulusan hati

cinta dalam diam

Minggu, 11 Juni 2017

4.10


The People

Hutan Kota, Minggu, Pukul 5.30 WIB

Pagi yang tidak terlalu gelap itu, Hutan Kota telah ramai oleh remaja-remaja tanggung yang hendak menyaksikan salah satu duel terbaik tahun ini. Duel besar beda generasi, namun akan sangat membara. Berduyun-duyun manusia datang satu per satu atau kelompok demi kelompok. Tidak hanya anak SMA, anak SMP pun turut meramaikan duel itu. Duel pergantian generasi ini juga dihadiri oleh orang-orang kuat baik yang akan habis masa atau yang akan segera mengambil alih kedudukan suatu era, sangat ramai hingga akan sangat mudah memicu tawuran antar geng. Namun demikian, pertarungan semacam ini tak pernah berakhir dengan tawuran, “Di Kota Ini” telah ada semacam perjanjian tak tertulis yang telah dipahami bersama bahwa setiap ada duel maka jangan sampai ada keributan karena sanksi yang menimpa adalah bagi kelompok yang menjadi pemicu akan dimusuhi oleh seluruh kota. Entahlah, namun yang demikian pernah terjadi sehingga tak ada yang berani melanggarnya.

“Aku tidak menyangka, di pagi yang indah untuk tidur ini kau memaksaku untuk keluar Ndra” gumam Adi yang tengah mengikuti langkah cepat Andra. Andra memaksa untuk menginap di rumah Adi kemarin. Andra ternyata penasaran dengan duel ARG dan Ryo Anggara, dan karena rumah Adi hanya berjarak setengah jam perjalanan dengan berjalan kaki dari Hutan Kota, maka jadilah rumah Adi tempat persinggahan Andra. Adi sendiri masih tak tahu kemana tujuan mereka, ia hanya terpaksa mengikuti Andra yang katanya ingin joging. Ketika akan sampai di Hutan Kota, Adi terhenti, dari kejauhan ia lihat ramai-ramai anak-anak SMA. “Kau lihat kan Di? Itu tujuan kita”. Seraya Andra menambah cepat langkahnya. “Oi pelan dikit napa!” seru Adi sambil berlari mengejar Andra.

Sesampainya di Hutan Kota mereka telah melihat puluhan remaja tanggung menatap ke satu tempat, tempat dimana ARG telah duduk menanti Ryo Anggara yang belum hadir saat itu. “Di, ayo kita cari tempat yang cukup tinggi biar bisa melihat semuanya dengan jelas”. “Tempat tinggi?” tanya Adi. “Iya di”. “Pohon yang tinggi”. Mendengar jawaban itu dengan mengerinyitkan dahi Andra menatap Adi “Hmmm ... Ide mu boleh juga”. Selang beberapa saat mereka telah asik menatap sekeliling dari sebuah pohon yang cukup tinggi. “Posisi yang bagus kan Di?”. “Lumayan, tapi ini ada apa?”. “Ada pertarungan besar Di”. Seru Andra bersemangat. “Kau lihat orang yang tengah berdiri ditengah-tengah itu?”. Adi menatap ke arah telunjuk Andra. “Dia itu Ari Rahman Gunaryo, calon ketua baru dari geng motor terbesar “Kota Ini” akan bertarung dengan Ryo Anggara, ketua-nya sendiri yang akan pensiun”. “Ryo Anggara?. “Iya, Ryo Anggara, kenapa, kau kenal?”. “Ah tidak Ndra”. “Ramai sekali ya, jadi ingat masa lalu” sahut Adi tanpa sadar. “Iya, eh kau ngomong apa barusan Di?”. “Enggak, nggak ada. Eh ada yang datang Ndra!”. “Ryo datang!”.

Ryo Anggara datang. Ia melangkah pasti menuju “panggung” tempat dia akan beraksi. Suasana hening, aura dan wibawa seorang ketua meliputi suasana sekitarnya. “Kau datang, ketua”. Sahut ARG. “Tidak usah basa basi Ri, kita langsung saja”. “Sebentar deh, kalian jangan terlalu bernafsu” seseorang muncul dari tengah kerumunan. “Sebuah duel harus ada wasitnya, dan wasit mesti dari pihak netral kan? Bagaimana menurut kalian semua penonton?” seru orang itu. Semua orang berteriak mengiyakan. “Boleh juga Ndan, bagaimana menurutmu Ri?. “Baiklah ketua, itu tidak masalah”. “Bagus kalau begitu, aku Hamdan Dullah akan memimpin duel ini”. Hamdan mencoba menjadi saksi dari era-nya yang akan berakhir. “Baiklah, siap, mulai!!!”. Batas telah dilepaskan, duel telah dimulaikan. “Jangan menahan diri ketua”. “Kau juga Ri”. Dan keduanya mulai saling serang satu sama lain. Pukulan demi pukulan telah beberapa kali dilayangkan, silih berganti menyentuh sasaran dan tak sedikit pula yang hanya menyentuh angin.

4


“Dari sekian banyak manusia di tempat ini, ternyata ada dua ekor monyet yang ikut nonton ya?” sebuah suara yang tak asing mengusik kesenangan Adi dan Andra. Dengan kesal Andra yang terbawa suasana panas menghardik suara itu “Bacot oi!”. Dan seketika itu juga Andra justru kaget bercampur takut ketika suara itu adalah suara Adri. “Eh, Adri, ha ha hai Dri”. Andra melunak. “Oi Dri, naik yok, ada tempat kosong nih”. Tanpa menunggu jawaban Adri telah naik dan ikut menikmati pertarungan dari ketinggian. Sebuah pukulan keras mendarat di wajah ARG, pukulan yang amat keras. ARG roboh, ia terlentang dengan nafas tersengal. Duel telah berjalan sekitar 10 menit, dan ARG akhirnya terkena pukulan keras. Penonton riuh dan suasana bertambah panas, ARG kembali berdiri, ia menyeka darah diwajahnya. Dan suara penonton bertambah riuh lagi, dan lagi.

“Hei Dri, mumpung kau disini, aku akan memberimu info soal orang-orang kuat yang akan memulai era baru, mereka semua berkumpul disini lo”. Seperti biasa, Andra muncul dengan informasi-informasi dunia hitamnya. “Heh, sepertinya menarik, tunjukkan Ndra”. Adi hanya geleng-geleng kepala, cuma ini yang membuat dia bersemangat ternyata gumam Adi. “Dengarkan dan ingat baik-baik Dri:

Saat itu hutan kota amat ramai, yang datang tak sekedar orang-orang biasa. Banyak anak-anak yang tergolong kuat di generasi mereka yang ikut menonton duel tersebut. Hampir semua sosok potensial dari “Kota Ini” hadir menyaksikan duel, hampir semua dari sudut kota mereka berdatangan. “Kota Ini” terdiri dari sembilan SMA Negeri, dua STM dan satu SMA Swasta, artinya ada 12 kekuatan dan kekuasaan di “Kota Ini”, itu belum termasuk dengan geng-geng yang dibentuk bukan karena latar belakang pendidikan seperti Sevenars, Black City, dan banyak lagi geng yang tidak diketahui. Kali ini, aku hanya akan menjelaskan orang-orang kuat yang aku kenal saja, susah untuk menunjukkan siapa mereka karena mereka tidak memakai seragam sekolah. Oke, kita mulai, pertama-tama dari Sevenars, ARG adalah ketua mereka setelah ini tidak peduli kalah atau menang dia dalam duel ini.”

Selasa, 09 Mei 2017

Payakumbuh IV/Kabupaten 50 Kota



Back again!!!
Masih seputar Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota yang mempesona. Kali ini, keindahan kembali tersaji dari ranah ini. Keindahan yang pertama ialah Lubuk Donat. Apa itu lubuk donat? Ini sejenis air terjun, sebut saja begitu, apapun itu, ia pantas untuk dinikmati.

Menuju lubuk donat tidak lah dekat, sekitar 30 menit dari pusat kota Payakumbuh. Sebelum sampai pada lubuk donat, kita akan dinanti oleh jalanan perkebunan. Dan view pertamanya adalah ...


Air terjun, iya, Kabupaten 50 Kota adalah salah satu daerah yang kaya akan air terjun. Selain harau, jara, lubuk bulan, masih ada banyak lagi air terjun, terutama yang belum diketahui. Air terjun ini tidak terlalu besar dan juga tidak dalam dan tentunya aman untuk sekedar bermain maupun mandi. Air dan mandi memang tak bisa dipisahkan.

Melewati air terjun, ada tangga yang akan menyambut kita semua.


Inilah tangga yang akan menjembatani perjalanan kita menuju lubuk donat. Lumayan tinggi, iya. Bagi yang takut ketinggian, nikmati saja sensasinya, adrenalin bro!!!


Dan, selama itu ketinggian, artinya kita akan menyaksikan pemandangan.

Payakumbuh, Kab. 50 Kota

Payakumbuh, Kab. 50 Kota

Inilah yang akan kamu saksikan dari ketinggian. Pemandangan ini sebenarnya bonus saja, tapi lebih dari cukup untuk menghapus lelah ketika memanjat tadi. Jika gambarnya tak begitu jelas, maafkanlah kamera penulis yang tak seberapa. Tapi, secanggih apapun kamera, tak akan mampu menyamai mata dalam memandang dan menilai. Uyeeaaaah


Next, jalanan setapak masih menanti, dan masih lumayan jauh.


Ini salah satu kenampakan rute menuju Donat. Kawasan yang teduh, jadi panas bukan musuh utama disini.



Dan, inilah donat. Dan itu adalah rombongan penulis dalam 

menelusuri Donat.


Lubuk Donat, Air Terjun Donat

Donat. Jadi kenapa dinamakan Donat? Tempat ini semacam gua 

yang di tengahnya terdapat lubang bulat yang cukup besar sebagai 

tempat mengalirnya air. Bulatan ini membuat gua tersebut terlihat 

seperti donat jika dilihat dari ketinggian.


Lubuk Donat, Air Terjun Donat

Air jernih yang mengalir dari sungai yang ada diatasnya menyejukkan. Dasarnya pun adalah bebatuan serta pasir. Lumayan untuk menyegarkan diri.





Sesi terakhir, mengabadikan momen.
Setiap momen yang menurutmu berharga penting untuk diabadikan, dan ada banyak cara pandang dalam mengabadikan momen-momen tersebut, selain foto, tulisan ini adalah salah satu bentuk mengabadikan momen.


Itu seputar Donat. Soal biaya masuk, yang pasti biaya parkir akan selalu ada jika kamu berkendara. Sisanya untung-untungan apakah akan ada penduduk yang meminta uang masuk atau tidak. Yah, citra pariwisata masih seperti ini kok.

Setelah puas bermain air, selanjutnya menikmati hijaunya padang 

rumput Padang Mangateh. Tempat apa ini? Sejatinya ini adalah 

tempat peternakan sapi terbesar di Sumatera Barat. berikut 

kenampakannya.




Disini, mata akan dimanjakan oleh hijaunya hamparan padang 

rumput dan apabila cuaca sedang bagus, maka lengkaplah sudah 

keindahan padang rumput ini. 



Padang Mangateh, Payakumbuh, Kab. 50 Kota

Senin, 01 Mei 2017

Berpisah di Penghujung Jalan



Surat yang terakhir aku terima
Berdebar rasa di dalam dada
Namun aku coba jua
Membuka surat dari mu
Tapi yang aku terima
Sampulnya kosong belaka

Apakah ini suatu pertanda
Engkau dan aku akan dipisahkan
Tak pernah aku bayangkan
Nasib cinta yang tak sampai
Berpisah di penghujung jalan

Sayup-sayup ku mendengar
Berita yang dilayangkan
Engkau akan dinikahkan
Begitu mudah dirimu
Melupakan segalanya
Dengan aku yang kau cinta

Ingin rasanya ku hadir
Di pesta pernikahanmu
Siapakah yang merebut hatimu

Bertahun ku siram bunga di taman
Mekarnya dipetik orang
Bertahun lamanya bunga ku jaga

Mekarnya diambil orang

song by Sultan

Negeri di Awan

Di bayang wajah mu Ku temukan kasih dan hidup Yang lama lelah aku cari Dimasa lalu Kau datang padaku Kau tawarkan Kasih hati yang tul...